Di tengah pasar saham yang penuh gejolak pada 2025, strategi investasi kontrarian kembali menjadi sorotan. Anthony Bolton, yang dikenal sebagai “bapak investasi kontrarian,” berbagi wawasan berharga tentang cara melawan arus untuk meraih keuntungan besar. Dengan pengalaman puluhan tahun di Fidelity, Bolton menawarkan pandangan unik, terutama di tengah kebijakan tarif Donald Trump yang baru diberlakukan pada April 2025. Apa itu investasi kontrarian, dan bagaimana Anda bisa menerapkannya di pasar saat ini? Mari kita bahas.
Apa Itu Investasi Kontrarian?
Investasi kontrarian adalah strategi di mana investor sengaja melawan arus pasar. Ketika semua orang membeli saham teknologi AS yang sedang naik, investor kontrarian justru mencari saham yang tidak populer—yang sering kali undervalued. Bolton menjelaskan, “Popularitas adalah risiko, sedangkan ketidakpopuleran adalah peluang.”
“Saya selalu merasa tidak nyaman jika saya memiliki saham yang dimiliki semua orang. Di situlah peluang besar biasanya muncul,” kata Bolton.
Mengapa Investasi Kontrarian Bisa Untung Besar?
Menurut Bolton, keuntungan besar dari strategi kontrarian datang karena hanya sedikit orang yang berani melakukannya. Ketika mayoritas investor mengikuti tren populer, seperti saham teknologi AS yang melonjak (Magnificent Seven), harga saham sering kali sudah terlalu tinggi—meningkatkan risiko koreksi. Sebaliknya, saham yang tidak populer sering kali undervalued, menawarkan potensi keuntungan besar ketika pasar akhirnya menyadari nilainya.
- Melawan Sentimen Pasar: Bolton menekankan pentingnya melihat apa yang sudah “didiskon” oleh pasar, bukan hanya prospek masa depan.
- Kesabaran adalah Kunci: Investasi kontrarian membutuhkan waktu. Anda harus siap menunggu hingga pasar berbalik arah.
Bagaimana Bolton Menerapkan Strategi Kontrarian?
Bolton memiliki pendekatan sistematis dalam investasi kontrarian. Berikut langkah-langkah yang ia gunakan:
- Menganalisis Grafik Saham: Bolton selalu memulai dengan melihat grafik harga saham untuk mengetahui apakah ia terlambat atau masih awal dalam tren.
- Mengecek Daftar Pemegang Saham: Ia mencari tahu apakah investor besar yang ia hormati sudah memiliki saham tersebut. Jika belum, itu bisa jadi tanda peluang.
- Mengukur Sentimen: Bolton memperhatikan aktivitas insider trading dan rekomendasi beli/jual untuk mengukur sentimen pasar.
- Mencari Asymmetric Returns: Ia menyukai saham dengan risiko rendah tetapi potensi keuntungan besar, seperti perusahaan dengan neraca kuat namun memiliki peluang pertumbuhan tinggi.
Peluang Kontrarian di Pasar 2025
Dengan kebijakan tarif Trump yang baru diberlakukan pada 5 April 2025—10% untuk semua impor, 54% untuk China, dan 32% untuk Indonesia—pasar saham global mengalami guncangan. Bolton melihat peluang besar di tengah ketidakpastian ini:
- Beli Saham China: Sementara pasar AS dan Eropa mendekati puncaknya, pasar China berada di titik terendah. Bolton yakin ini adalah posisi kontrarian terbaik saat ini.
- Jual Saham AS: Pasar AS, terutama saham teknologi, dinilai terlalu mahal. Bolton memprediksi koreksi besar setelah euforia pemilihan Trump mereda.
Update Pasar 3 April 2025
Wall Street anjlok 3% setelah pengumuman tarif Trump, sementara IHSG turun 2,1% karena kekhawatiran ekspor tekstil. China mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, dengan investor domestik beralih ke ekuitas setelah pasar bear selama tiga tahun (Kompas).
Risiko dan Tantangan Investasi Kontrarian
Meski menjanjikan, strategi kontrarian bukan tanpa risiko. Bolton menyoroti beberapa tantangan:
- Kesepian dan Tekanan Sosial: Anda harus siap berbeda dan menghadapi kritik. “Orang-orang akan bilang Anda salah,” ujar Bolton.
- Periode Salah yang Panjang: Anda bisa salah selama bertahun-tahun sebelum pasar membuktikan Anda benar. Bolton pernah mengalami tiga tahun buruk berturut-turut (1989-1991).
- Emosi Harus Terkendali: Investor kontrarian harus tetap tidak emosional, baik saat sukses maupun gagal.
Bagaimana Menerapkan Strategi Kontrarian di Indonesia?
Di tengah tarif 32% yang dikenakan AS untuk Indonesia, ekspor tekstil dan furnitur tertekan. Namun, ada peluang kontrarian yang bisa dimanfaatkan:
- Investasi di sector Undervalued: Sektor yang terkena dampak tarif, seperti tekstil, mungkin undervalued dan menawarkan potensi rebound.
- Manfaatkan Relokasi Rantai Pasok: Perusahaan AS yang menghindari tarif 54% untuk China bisa beralih ke Indonesia, meningkatkan investasi di sektor manufaktur.
Kesimpulan: Apakah Anda Siap Menjadi Investor Kontrarian?
Strategi investasi kontrarian Anthony Bolton menawarkan cara unik untuk meraih keuntungan besar di pasar 2025 yang penuh gejolak. Dengan melawan arus—seperti membeli saham China saat semua orang takut pada tarif Trump—Anda bisa menemukan peluang yang terlewatkan oleh mayoritas. Namun, strategi ini membutuhkan kesabaran, ketahanan emosional, dan kemauan untuk berbeda. Apakah Anda siap melawan arus seperti Bolton?