Dasar-Dasar Keuangan Modern: Kuliah Gary Gensler di MIT OpenCourseWare

Dasar-Dasar Keuangan Modern: Kuliah Gary Gensler di MIT OpenCourseWare
Dasar-Dasar Keuangan Modern: Kuliah Gary Gensler di MIT OpenCourseWare

Dalam kuliah yang disampaikan oleh Gary Gensler di MIT OpenCourseWare, kita diajak untuk memahami esensi keuangan modern melalui lensa pengalaman 39 tahun di industri keuangan, termasuk di Goldman Sachs dan sebagai pejabat di Departemen Keuangan AS. Kuliah ini, yang tersedia gratis berkat lisensi Creative Commons, mengeksplorasi peran lembaga keuangan, regulasi, risiko, krisis finansial, dan peluang teknologi seperti blockchain. Artikel ini merangkum poin-poin utama dengan bahasa yang sederhana dan contoh praktis.

1. Peran dan Fungsi Keuangan

Gensler mendefinisikan keuangan sebagai perantara yang mengalokasikan dan menentukan harga uang serta risiko dalam ekonomi. Ia menggunakan analogi jam pasir, di mana Wall Street berada di leher sempit, menghubungkan aset dan liabilitas.

Fungsi utama keuangan meliputi:

  • Investasi: Menyimpan nilai (store of value).
  • Kredit: Meminjam nilai dengan janji pengembalian.
  • Pembayaran: Memindahkan nilai antar pihak.
  • Likuiditas: Menyediakan akses cepat ke dana.

Contoh: Ketika Anda menabung di bank, uang itu menjadi aset bank, yang kemudian dipinjamkan sebagai kredit kepada orang lain—sebuah transformasi jatuh tempo (maturity transformation).

2. Sektor Keuangan

Gensler membagi sektor keuangan menjadi beberapa kategori utama:

  • Bank Komersial: Fokus pada kredit dan simpanan.
  • Bank Investasi: Menangani sekuritas dan perdagangan pasar.
  • Asuransi: Mengelola risiko seperti kecelakaan atau kebakaran.
  • Manajemen Aset: Mengelola dana untuk klien.
  • Infrastruktur Pasar: Bursa saham dan kliring.

Pasar modal dibagi menjadi pasar primer (penerbitan pertama sekuritas) dan sekunder (perdagangan sekuritas yang sudah ada). Misalnya, IPO adalah pasar primer, sedangkan perdagangan saham harian adalah pasar sekunder.

3. Risiko dalam Keuangan

Gensler, dari pengalamannya di Goldman Sachs, menyoroti risiko utama yang sering diabaikan hingga menyebabkan krisis:

  • Risiko Pasar: Fluktuasi harga aset.
  • Risiko Kredit: Kemungkinan gagal bayar.
  • Risiko Likuiditas: Ketidakmampuan menjual aset saat dibutuhkan.
  • Risiko Pendanaan: Kesulitan memperbarui pinjaman jangka pendek.
  • Risiko Model: Ketidakakuratan prediksi dalam kondisi ekstrem.

Contoh Kasus: Selama krisis 2008, Bear Stearns kehilangan likuiditas karena pasar tidak lagi membeli sekuritas berbasis hipotek mereka, meskipun nilainya di atas kertas masih tinggi.

Kalkulator Risiko Sederhana





4. Krisis Keuangan 2008

Gensler memberikan pandangan pribadi tentang krisis subprime mortgage 2008, yang dipicu oleh:

  • Underwriting Lemah: Pinjaman tanpa dokumentasi memadai.
  • Kredit Mudah: Suku bunga rendah pasca-bubble dot-com.
  • Derivatif: Credit default swaps meningkatkan leverage.
  • Struktur Insentif Buruk: Bonus besar tanpa risiko pribadi.

Contoh Kasus: Lehman Brothers gagal karena mengemas hipotek berisiko tinggi ke dalam sekuritas yang dianggap aman oleh agen rating, tetapi pasar akhirnya menolaknya.

Pemerintah AS akhirnya memberikan bailout triliunan dolar untuk bank, bukan konsumen, sebuah keputusan yang masih diperdebatkan.

5. Keuangan dan Teknologi: Peluang Blockchain

Gensler menekankan hubungan simbiosis antara keuangan dan teknologi, dari telex hingga blockchain. Blockchain menawarkan:

  • Ledger Aman: Catatan transaksi yang tidak bisa diubah.
  • Penyelesaian Cepat: Transfer nilai instan.
  • Disrupsi: Mengatasi sistem lama yang lambat.

Contoh: Sistem perbankan AS bisa memakan hari untuk menyelesaikan transfer, sedangkan blockchain bisa melakukannya dalam hitungan menit.

Peluang: Blockchain bisa mengurangi biaya 2,7% pada sistem pembayaran tradisional, menarik bagi startup fintech.

Kesimpulan

Kuliah Gary Gensler menawarkan wawasan mendalam tentang bagaimana keuangan menghubungkan uang dan risiko, diatur oleh regulasi, dan berevolusi dengan teknologi. Krisis seperti 2008 menunjukkan pentingnya manajemen risiko, sementara blockchain membuka peluang baru untuk efisiensi dan transparansi. Dengan memahami konsep ini, kita bisa lebih siap menghadapi dinamika ekonomi modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *